Updates @EkyDakka.Com (Jurnal SNA 6 - 13)


Click Flag to Translate Bahasa Indonesia 中文(简体) Português English (US) Français Deutsch Italiano 日本語 한국어 Русский Español

Wednesday, March 24, 2010

ANALISIS PENGARUH ATRIBUT PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN

ANALYSIS OF INFLUENCE OF PRODUCT ATTRIBUTES OF PURCHASE DECISION Kebab Turki Baba Rafi

(ANALISIS PENGARUH ATRIBUT PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KEBAB TURKI BABA RAFI DI YOGYAKARTA )

SKRIPSI


ABSTRACT


This thesis entitled Analysis Product Attributes Influence Purchase Decision Against Kebab Turki Baba Rafi In Yogyakarta. The purpose of this study was to determine the consumer behavior in shaping the company's goals. Consumers will consider the various factors associated with the product. By setting attributes - any attributes that can then mempenaruhi buying behavior can be known. Which attributes are appropriate or not according to the needs and desires of consumers where the company can further develop and refine their products to better satisfy the customer and company objectives to be achieved.

Research done at Kebab Turki Baba Rafi. Service companies that produce specialty kebabs as Turkey. The studied population is consumers who had come to buy Kebab Turki Baba Rafi in Yogyakarta. The sample used 100 respondents. Variables used in the study include the price, taste or smell, packaging, service and size. The sampling method using a purposive sampling with descriptive techniques and statistical analysis included multiple regression analysis. Hypothesis testing with the test or tests simultaneously F. hypothesis testing with the partial test or t test and analysis of the coefficient of multiple determination.

Product attributes have an influence on purchase decisions kebab Kebab Turki Baba Rafi. This is shown by the t-statistic values greater than t-table. Much influence the price variable (X1), taste or smell (X2), packaging (X3), services (X4), and the size (X5) of the purchase decision Kebab Turki Baba Rafi (Y) of 0.561. Much influence each variable product attributes on purchase decisions Kebab Turki Baba Rafi is for; coefficient of correlation between the price variables (X1) with the purchase decision Kebab Turki Baba Rafi (Y) of 0.276, this means low correlation, the correlation coefficient between variables guess or smell (X2) with the purchase decision Kebab Turki Baba Rafi (Y) of 0.385, this means that the correlation is, the coefficient of correlation between packaging variables (X3) with the purchase decision Kebab Turki Baba Rafi (Y) of 0.298, this means low correlation , the correlation coefficient between the variables of service (X4) with buying behavior Kebab Turki Baba Rafi (Y) of 0.213, this means low correlation, and coefficient of correlation between the size variables (X5) with the purchase decision Kebab Turki Baba Rafi (Y) of 0.420, this means that the correlation is quite strong. 

Download Link : (Language: Indonesia,166 pages)
http://bit.ly/byHVss

read more

Analisis Minat Masyarakat ...

Analisis Minat Masyarakat terhadap Lembaga Pendidikan Bahasa EF English First

SKRIPSI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Menghadapi era globalisasi yang sarat dengan kompetisi, masyarakat dituntut untuk memiliki bekal sumber daya manusia yang handal. Bersamaan dengan itu, tidak lama lagi bangsa ini akan menghadapi era perdagangan bebas, di mana berbagai ragam latar belakang dan keterampilan setiap individu bebas untuk bermain dalam dunia persaingan dan tidak menutup kemungkinan orang-orang luar negeri ikut serta di dalamnya. Jelas ini menjadi perhatian serius yang harus dibenahi mengingat tidak sedikit dari sumber daya manusia di negeri ini yang bisa dibilang kalah dari negara-negara lain walau tidak semuanya. Alasan ini yang perlu diperhatikan masyarakat yang sadar akan bangsa dan masa depan untuk mempersiapkan segalanya secara matang.

Salah satu isu yang menjadi pembahasan banyak kalangan adalah bahasa. Bahasa merupakan modal utama untuk dapat berkomunikasi. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan bahasa; dengan bahasa orang berbicara, dengan bahasa orang menulis, dengan bahasa orang membaca, dengan bahasa orang berekspresi, dengan bahasa orang berprestasi, dan masih banyak lagi. Ironisnya, apa yang terjadi ketika masyarakat di negeri ini berhadapan dengan orang asing; orang Inggris, Australia, Amerika, Kanada, Irlandia, dan masih banyak lagi.

Download Link : (74 halaman)
 http://bit.ly/bqgAcF

read more

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Konsumen dalam Memilih Coffeeshop di Yogyakarta

Faktor Faktor yang Mempengaruhi Konsumen dalam Memilih Coffeeshop di Yogyakarta

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Akibat perkembangan jaman dan krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia, membuat gaya hidup seseorang untuk mencari suatu hiburan menjadi berubah. Waktu mereka habis hanya untuk bekerja menghidupi keluarga sehingga waktu untuk mencari hiburan sudah hampir tidak ada. Hadirnya fenomena ini membuat para pengusaha mencium peluang bisnis yang menjanjikan, sehingga munculah banyak coffee shop atau kafe yang menawarkan konsep one stop shopping pengunjung dapat memperoleh keinginannya sekaligus dalam satu tempat misalnya pengunjung dapat menikmati hiburan yang disediakan di coffeeshop atau kafe tersebut sambil menikmati hidangan yang disediakan sekaligus sambil bekerja dengan memanfaatkan fasilitas hotspot atau wifi yang kini banyak ditawarkan di coffeeshop atau kafe-kafe di kota-kota wilayah industri atau kota-kota dimana banyak kelas menengah berada dalam hal ini termasuk pelajar dan mahasiswa. 

Download Link:
http://bit.ly/azJZar

read more

Hubungan positif antara body image dan penyesuaian diri sosial pada remaja?

Apakah ada hubungan positif antara body image dan penyesuaian diri sosial pada remaja?

BAB I
PENGANTAR

A. Latar Belakang Masalah

Manusia adalah makhluk sosial yang berarti tidak dapat hidup tanpa orang lain. Menurut Walgito (2001) dorongan atau motif sosial pada manusia, mendorong manusia mencari orang lain untuk mengadakan hubungan atau interaksi sehingga memungkinkan terjadi interaksi antara manusia satu dengan manusia yang lain, Sebagai makhluk sosial, individu dituntut untuk mampu mengatasi permasalahan yang timbul sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan sosial dan mampu menampilkan diri sesuai dengan norma yang berlaku. Oleh karena itu setiap individu dituntut untuk mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekitarnya.


Penyesuaian diri yang baik ialah kemampuan seseorang untuk hidup dan bergaul secara wajar terhadap lingkungannya, sehingga remaja merasa puas terhadap diri sendiri dan lingkungan (Willis, 2005). Penyesuaian diri yang baik akan menjadi salah satu bekal penting karena akan membantu remaja pada saat terjun dalam masyarakat luas. Meskipun demikian, tampaknya penyesuaian diri yang baik bukanlah hal yang mudah (Hurlock, 1978).

Download Li nk:
http://bit.ly/aq5cOm

read more

Pelaksanaan Perjanjian Pemborongan Proyek Peningkatan...

Pelaksanaan Perjanjian Pemborongan Proyek Peningkatan Jalan Jemasih-Sindangwangi tahap III Kecamatan Bantarkawung Kabupaten Brebes

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pembangunan bangsa Indonesia dalam era globalisasi dilaksanakan secara terpadu dan terencana di segala sektor kehidupan. Pembangunan nasional yang dilaksanakan saat ini adalah pembangunan berkesinambungan secara bertahap guna meneruskan cita-cita bangsa Indonesia untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam rangka mencapai tujuan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Pembangunan adalah usaha untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahtraan rakyat. Oleh karena itu, hasil-hasil pembangunan harus dapat dinikmati seluruh rakyat sebagai peningkatan kesejahteraan lahir dan batin secara adil dan merata. Sebaliknya, berhasilnya pembangunan tergantung partisipasi rakyat yang berarti pembangunan harus dilaksanakan secara merata oleh segenap lapisan masyarakat.

Download link:
http://bit.ly/aW62hP

read more

Saturday, March 20, 2010

PENGARUH IMPLEMENTASI CORPORATE GOVERNANCE .....

PENGARUH IMPLEMENTASI CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP
PENGUNGKAPAN INFORMASI

(Skripsi Ekonomi)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh implementasi Corporate Governance terhadap pengungkapan informasi. Implementasi Corporate Governance dan pengungkapan adalah dua subject yang dapat melindungi investor dari asimetri informasi. Dalam penelitian ini metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling yaitu sampel yang dipilih dari populasi dengan kriteria tertentu, yaitu perusahaan-perusahaan yang masuk dalam 10 peringkat teratas yang dilakukan oleh IICG dari tahun 2002-2006. Variabel yang diujikan dalam penelitian ini terdiri dari pengungkapan informasi, ukuran perusahaan dan regulasi untuk dilihat pengaruhnya terhadap implementasi Corporate Governance. Variabel Corporate Governance, struktur kepemilikan, keberadaan dewan komisaris independen, komite audit, ukuran perusahaan dan profitabilitas juga diuji pengaruhnya terhadap tingkat pengungkapan informasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah
statistik deskriptif, uji normalitas, uji asumsi klasik dan analisis regresi berganda.

Dari analisis regresi yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa implementasi Corporate Governance berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengungkapan informasi suatu perusahaan. Perusahaan dengan indeks Corporate Governance tinggi akan mengungkapkan informasi lebih baik dalam laporan keuangan perusahaan. Demikian juga sebaliknya, perusahaan-perusahaan yang memberikan pengungkapan yang tinggi dalam laporan keuangan akan menunjukkan bahwa implementasi Corporate Governance pada perusahaan tersebut semakin baik.

Download Link:
http://bit.ly/boH41Y

read more

Friday, March 19, 2010

ANALISIS POTENSI PERTUMBUHAN EKONOMI

ANALISIS POTENSI PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA TANGERANG
( Pendekatan Model Basis Ekonomi )

(Skripsi Ekonomi)

Pembangunan daerah merupakan sub-sistem dari pembangunan nasional dan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari pembangunan nasional. Salah satu tolak ukur adanya pembangunan ekonomi daerah yaitu adanya pertumbuhan ekonomi daerah. Dalam usaha meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah perlu diketahui terlebih dahulu sumberdaya-sumberdaya atau potensi suatu daerah yang dapat diharapkan berkembang secara optimal.

Penelitian ini merupakan salah satu upaya untuk mengetahui potensi-potensi daerah yang berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah Kota Tangerang selama tahun 2001 sampai dengan tahun 2004, dan seberapa besar sumbangan sektor-sektor potensial tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. 

Penelitian ini menggunakan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Tangerang dan Propinsi Banten tahun 2001 hingga tahun 2004. Data tersebut diperoleh dari survei sekunder, yaitu dengan memanfaatkan data yang telah tersedia pada instansi terkait. Dalam skripsi ini digunakan model basis ekonomi yang tercermin pada analisis Location Quotient (LQ) yang dilengkapi analisis Shift Share, yang berguna untuk mengetahui sektor-sektor unggulan di Kota Tangerang. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode Location Quotient, sektor yang memiliki indeks LQ lebih besar dari satu dan merupakan sektor basis ekonomi adalah sektor industri pengolahan dengan LQ rata-rata sebesar 1,06 %, kemudian sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan LQ rata-rata sebesar 1,43 %, serta sektor Angkutan dan Komunikasi dengan LQ rata-rata sebesar 1,59 %.
 
Hasil metode analisis Shift Share menggunakan komponen pertumbuhan differential (Dj) menunjukkan terdapat 4 sektor dengan rata-rata Dj positif, yaitu sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan nilai rata-rata Dj sebesar 6277,27; sektor angkutan dan komunikasi dengan nilai rata-rata sebesar 47076,89; sektor bank dan lembaga keuangan lainnya dengan nilai rata-rata sebesar 54818,93; sektor jasajasa dengan nilai rata-rata sebesar 1835,37, hal tersebut mengindikasikan bahwa ke-4 sektor tersebut tumbuh lebih cepat dibandingkan sektor ekonomi yang sama dengan Propinsi Banten sehingga ke-4 sektor tersebut memiliki daya saing tinggi dan
berpotensi untuk dikembangkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang, sedangkan komponen pertumbuhan proportional (Pj) menunjukkan bahwa terdapat 4 sektor yang memiliki nilai rata-rata positif yaitu sektor listrik, gas dan air minum, sektor angkutan dan komunikasi, sektor bangunan dan konstruksi serta sektor bank dan lembaga keuangan lainnya, hal ini berarti Kota Tangerang berspesialisasi pada sektor yang sama dengan sektor yang tumbuh cepat di perekonomian Banten.

Pengembangan sektor industri sebagai sektor basis disarankan kepada terciptanya industri yang memanfaatkan bahan baku lokal, efisien dan berdaya saing, dan diarahkan pada berkembangnya industri hulu-hilir, serta peningkatan produk yang berkualitas dan ekonomis.

Pengembangan ketiga sektor unggulan yaitu sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, serta sektor angkutan dan komunikasi tanpa mengabaikan pengembangan sektor yang juga memiliki potensi untuk dikembangkan seperti sektor bank dan lembaga keuangan lainnya serta sektor jasa-jasa diharapkan dapat meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi Kota Tangerang.

Kata Kunci: Potensi Pertumbuhan Ekonomi, Basis Ekonomi

Download Link:
http://bit.ly/asa36h

read more

KELENGKAPAN PENGUNGKAPAN WAJIB LAPORAN KEUANGAN

STUDI KOMPARATIF TENTANG KELENGKAPAN PENGUNGKAPAN WAJIB LAPORAN KEUANGAN KOPERASI YANG TERDAFTAR DI DINKOP DAN UKM KABUPATEN SEMARANG
ANTARA TAHUN 2004 DENGAN 2005
(Skripsi Ekonomi)

Abstrak

Rata-rata kelengkapan pengungkapan wajib laporan keuangan tahun 2003 sebesar 41,60%. Hal ini tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 27 Tahun 1999 tentang akuntansi perkoperasian yang menetapkan bahwa terdapat 61 item yang minimum diungkapkan dalam laporan keuangan, kemudian bagaimanakah tingkat kelengkapan pengungkapan wajib laporan keuangan koperasi pada tahun 2004 dan tahun 2005, apakah ada perbedaan kelengkapan pengungkapan wajib laporan keuangan koperasi di Kabupaten Semarang antara tahun 2004 dengan tahun 2005, serta bagaimanakah analisis realisasi terhadap rencana kegiatan dan anggaran koperasi (RK dan RAPB) tahun 2005.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelengkapan pengungkapan wajib laporan keuangan koperasi di Kabupaten Semarang tahun 2004 dan 2005, untuk mengetahui seberapa besar perbedaan kelengkapan pengungkapan wajib laporan keuangan koperasi tahun 2004 dengan tahun 2005, kemudian untuk mengetahui realisasi terhadap rencana kegiatan dan anggaran koperasi tahun 2005.

Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan koperasi di Kabupaten Semarang yang berjumlah 48 Koperasi, dengan rincian 7 KPRI dan 9 Koperasi Karyawan (KOPKAR). Oleh karena penelitian ini hanya meneliti koperasi yang menyerahkan laporan RAT ke Dinas Koperasi dan UKM Kab. Semarang, maka penelitian ini menggunakan metode sampling bersyarat (conditional sampling). Variabel dalam penelitian ini adalah variabel sejenis, yaitu kelengkapan pengungkapan wajib laporan keuangan koperasi di Kabupaten Semarang antara tahun 2004 dengan 2005 yang didasarkan pada kriteria kelengkapan neraca, perhitungan hasil usaha, laporan arus kas, laporan promosi ekonomi anggota, dan catatan atas laporan keuangan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, dokumentasi, dan Interview. Metode analisis yang digunakan berupa deskriptif persentase, dan uji t-tes.

Hasil perhitungan deskriptif persentase tingkat kelengkapan pengungkapan wajib laporan keuangan koperasi di Kabupaten Semarang tahun 2004 sebesar 42,32% dan tahun 2005 sebesar 45,18%, yang berarti tingkat kelengkapan pengungkapan wajib laporan keuangan koperasi di Kabupaten Semarang tahun 2005 lebih tinggi
2,86% dibandingkan tahun 2004. Berdasarkan perhitungan uji t-tes diperoleh harga t hitung sebesar 3,7242, sedangkan t tabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar 1,753 yang berarti ada perbedaan kelengkapan pengungkapan wajib laporan keuangan koperasi antara tahun 2004 dengan tahun 2005. Realisasi RK dan RAPB tahun 2005 disajikan dan dilaksanakan oleh 14 koperasi, sedangkan 2 koperasi lain tidak menyajikan. Realisasi Rencana Anggaran Pendapatan disajikan oleh 15 koperasi, dengan perincian 13 koperasi merealisasikan pendapatan yang lebih besar dari rencana, 2 koperasi memperoleh pendapatan yang di bawah target dari rencana pendapatan, sedangkan 1 koperasi tidak menyajikan. Realisasi Rencana Anggaran Biaya disajikan oleh 15 koperasi, dengan perincian 3 koperasi merealisasikan anggaran biaya yang sangat efektif dan efisien, 3 koperasi merealisasikan anggaran biaya yang relatif efektif dan efisien, 2 koperasi merealisasikan anggaran biaya yang tidak efektif dan efisien, kemudian 7 koperasi yang merealisasikan anggaran biaya yang sangat tidak efektif dan efisien, sedangkan 1 koperasi lain tidak menyajikan. Realisasi SHU disajikan oleh 14 koperasi, dengan perincian 12 koperasi mampu memperoleh SHU yang melebihi target, dan 2 koperasi yang tidak berhasil mencapai target. Sedangkan 2 koperasi lain tidak menyajikan rencana perhitungan SHU.

Download Link :
http://bit.ly/dvrLzK

read more

Thursday, March 11, 2010

Sistem Akuntansi Manajemen dengan Moderasi Locus of Control....

Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan terhadap Karakteristik Informasi Sistem Akuntansi Manajemen dengan Moderasi Locus of Control pada Perusahaan Manufaktur di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah

ABSTRAK

Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan Terhadap Karakteristik Informasi Sistem Akuntansi Manajemen dengan Moderasi Locus of Control pada Perusahaan Manufaktur di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan Terhadap Karakteristik Informasi Sistem Akuntansi Manajemen dengan Moderasi Locus of Control pada Perusahaan Manufaktur di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Metoda pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket, dimana angket tersebut berbentuk skala yang disusun berdasarkan teori-teori dukungan sosial dan teori-teori perilaku asertif. Skala yang dibentuk yaitu skala dukungan sosial dan skala perilaku asertif yang disusun oleh Lili Yuniarti (1998), kemudian dimodifikasi dan penambahan oleh penulis dalam hal jumlah dan kata-kata. Sebelum data digunakan terlebih dahulu dilakukan uji coba data dengan uji validitas dan reliabilitas. Sedangkan metoda analisis yang digunakan dengan metoda korelasi product moment pearson.

Berdasarkan proses uji coba diperoleh nilai 0,9540 untuk dukungan sosial dan 0,9454 untuk perilaku asertif yang berarti data tersebut reliabel dan dapat digunakan. Sedangkan berdasarkan metoda analisis diketahui bahwa besarnya koefisien korelasi antara kedua variabel adalah rxy = 0,361 (rxy>0,195) dan p = 0,000 (p<0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada korelasi positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan perilaku asertif. Artinya, semakin tinggi dukungan sosial maka semakin tinggi pula perilaku asertif.

Kata kunci: dukungan sosial, perilaku asertif

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan dunia usaha saat ini ditandai dengan adanya kompetisi usaha yang semakin ketat dalam skala global. Kondisi tersebut didorong oleh kemajuan teknologi, terutama teknologi informasi, teknologi produksi (mekanisme), teknologi komunikasi, dan teknologi transportasi. Diantara teknologi yang berkembang, teknologi informasi mempunyai dampak yang paling dominan terhadap dunia usaha. Istilah teknologi informasi yang sekarang lazim digunakan orang, sebenarnya merupakan perpaduan antara teknologi komputer, komunikasi dan otomasi kantor, yang telah bercampur menjadi satu sehingga sulit untuk memisahkannya (Indrianto, 1996). Perkembangan teknologi informasi yang pesat didukung dengan perkembangan teknologi transportasi telah mendorong timbulnya era globalisasi. Dunia usaha dihadapkan pada persaingan global yang sangat kompetitif. Lingkungan bisnis telah berubah total dengan ketidakpastian (uncertainty) yang semakin tinggi.

Ketidakpastian lingkungan (environment uncertainty) yang ada akan menyulitkan manajer dalam membuat perencanaan dan melakukan pengendalian terhadap operasi perusahaan........

Download link:
(copy lalu paste ke browser anda)
http://bit.ly/946JQv
 
Skripsi Lainnya: PENGARUH RASIO CAMEL

read more

Penanaman Modal Asing (PMA)....

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PMA DI DIY

ABSTRAK

Penanaman modal asing merupakan salah satu sumber dana dan jasa pembangunan di negara sedang berkembang seperti Indonesia. Kebijakan-kebijakan pemerintah baik deregulasi di sektor riil maupun di sektor moneter mendorong adanya peningkatan investasi baik dari dalam maupun luar negeri. Meningkatnya penanaman modal asing ini tidak terlepas dari pengaruh berbagai faktor ekonomi.

Dalam penelitian ini akan diamati sejauhmana pengaruh faktor ekonomi yang meliputi suku bunga internasional, tingkat inflasi di Indonesia, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), fasilitas (prasarana) dari pemerintah, penanaman modal asing periode sebelumnya maupun krisis ekonomi yang melanda Indonesia tahun 1998 terhadap penanaman modal asing daerah khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sumber data diperoleh dari instansi pemerintah baik itu Bank Indonesia, BPS DIY, BAPEDA DIY dan KIMPRASWIL DIY.

Berdasarkan analisis data dengan bantuan software SPPS 11,5 dan metode regresi linier berganda, diperoleh hasil bahwa faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi penanaman modal asing di DIY adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), fasilitas (prasarana) dari pemerintah, penanaman modal asing periode sebelumnya dan krisis ekonomi tahun 1998. Sedangkan faktor yang tidak signifikan mempengaruhi penanaman modal asing di DIY adalah suku bunga internasional dan tingkat inflasi di Indonesia.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Terbatasnya sumber daya modal adalah salah satu masalah yang dihadapi oleh kebanyakan negara berkembang dalam melaksanakan pembangunan ekonomi. Minimnya modal membawa pada rendahnya produktivitas yang berakibat pada rendahnya pendapatan masyarakat. Hal ini berarti akan terjadi terbatasnya modal untuk investasi.Keadaan ini akan terus berlangsung sampai ada upaya untuk meningkatkan investasi dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi sampai pada tingkat yang tinggi.

Salah satu cara yang dapat ditempuh dalam pemenuhan kebutuhan akan investasi adalah dengan penanaman modal asing. Untuk negara-negara yang belum maju seperti Indonesia, penanaman modal asing memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan pinjaman komersil untuk pembiayaan pembangunan. Penanaman modal asing merupakan salah satu sumber dana dan jasa pembangunan di negara sedang berkembang berkat sifat khususnya berupa paket modal, teknologi, dan keahlian manajemen yang selektif sertas pemanfaatannya dapat disinkronkan dengan tahapan pembangunan negara yang bersangkutan (Sumantoro, 1983:9).
Download link:
(copy lalu paste ke browser anda)
http://bit.ly/9pEhqD

read more

Wednesday, March 10, 2010

Kesialan Sebagai Berkat???....

Sungguh sangat disayangkan blog yang telah saya bangun selama 2 tahun lebih akhirnya di hapus oleh Google. Tapi apalah mau dikata, nasi sudah jadi bubur. Itu adalah hak mereka. Namanya juga numpang pake blog gratisan di blogger.com. Mau bagaimana lagi?! Ya tepatnya hari ini Rabu, 10 Maret 2010, blog ekydakka.blogspot.com dinyatakan "Rest in Peace (RIP)" oleh Google.

Sudah tidak terhitung materi, waktu dan tenaga yang sudah saya korban untuk membangun blog ekydakka.blogspot.com. Mulai dari blog yang acak – acakan sampai jadi blog yang SEO Friendly. Awalnya memang amat sangat kecewa dan sakit hati. Ditambah lagi saya tidak bisa lagi membantu teman – teman yang lagi membutuhkan Jurnal Simposium Nasional Akuntansi ( Jurnal SNA ) untuk keperluan referensi skripsi. Hangus sudah postingan jurnal SNA8, SNA 9, SNA 10, dan SNA 11 di ekydakka.blogspot.com. Ternyata lumayan banyak juga yang butuh Jurnal SNA. Terakhir kali saya check, statistik pengunjung blog mencapi 300-an pengunjung unik setiap harinya. Untung masih masih ada sebagian postingan yang sempat saya back up dan sudah saya posting kembali di blog yang namanya hampir mirip edakka.blogspot.com.

Memang saat kita mengalami suatu “kesialan” atau “musibah” kadang kita terlalu terpaku kepada apa yang “hilang” akibat musibah yang terjadi. Kadang kita menutup mata batin kita kalau sesungguhnya “Dibalik kesialan, pasti selalu ada hikmahnya”.

Seperti Kisah berikut ini:

Beberapa tahun lalu di Skotlandia, keluarga Clark memiliki impian, Clark dan istrinya telah bekerja dan menabung, memiliki beberapa rencana untuk mereka dan kesembilan anak mereka untuk berkunjung ke Amerika. Sudah bertahun-tahun, akhirnya tabungan mereka cukup dan sudah membuat paspor dan tiket kapal untuk semua keluarga berangkat ke Amerika.

Semua keluarga sudah bersiap-siap dan semangat. Namun, tujuh hari sebelum keberangkatan mereka, anak bungsunya di gigit anjing. Dokter menjahit lukanya, tetapi ia menaruh pita kuning di pintu depan Clark. Karena ada kemungkinan rabies, mereka di karantina selama 14 hari.

Impian keluarga itu hancur. Mereka tidak bisa pergi ke Amerika seperti yang sudah direncanakan. Clark sangat kecewa dan juga marah. Ia berdiri di pinggir pelabuhan dan menyaksikan kapal itu berangkat, tanpa keluarganya. Ia mencucurkan air mata kekecewaan dan memaki anaknya, juga Tuhan karena kesialan mereka.

Lima hari kemudian, berita tragis menyebar ke seluruh Skotlandia. Kapal Titanic yang besar itu tenggelam. Kapal besar itu tenggelam dan menyebabkan ratusan korban meninggal. Keluarga Clark seharusnya ada di dalam kapal itu, tetapi karena seorang anaknya di gigit anjing, mereka terpaksan batal berangkat.

Ketika Clark mendengar berita itu, ia memeluk anaknya dan berterima kasih karena menyelamatkan seluruh keluarga. Ia juga bersyukur kepada Tuhan karena menyelamatkan nyawa mereka dan mengubah pandangannya tentang kesialan itu sebagai sebuah berkat.

Apa yang kita lihat sebagai kesialan, bisa jadi adalah cara Tuhan untuk menyelamatkan kita. Ia tidak pernah merancangkan kesialan dalam hidup kita. Seringkali kita yang menganggapnya sebagai kesialan melalui kacamata kita dan menyalahkan Tuhan dan orang lain karena telah membuat rencana kita hancur. Padahal Tuhan sedang bekerja untuk memperbaiki atau mengubah rencana kita, sekaligus merancangkan berkat dan kebaikan buat kita.

Just like the old words says: “Kegagalan adalah guru yang terbaik” (Experience is the best teacher). Jika kita mencoba memandang suatu kesialan bukan dari satu sisi saja, niscaya kita pasti menemukan hikmah dari kesialan tersebut. 

May God Bless You and Me

read more

Friday, March 5, 2010

EVALUASI KINERJA BISNIS DENGAN.....

EVALUASI KINERJA BISNIS DENGAN PENDEKATAN KONSEP BALANCED SCORECARD PADA PT. POLIPLAS MAKMUR SANTOSA UNGARAN

(Skripsi - Ekonomi)

Abstrak

PT. Poliplas Makmur Santosa Ungaran adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi karung plastik. PT.Poliplas Makmur Santosa Ungaran dalam mengevaluasi kinerjanya hanya menggunakan pengukuran kinerja yang terfokus pada kinerja keuangan, pada kenyataannya hal ini belum dapat menggambarkan keadaan perusahaan yang sebenarnya. Agar dapat menghadapi persaingan dan memenuhi tuntutan masyarakat, diperlukan pengelolaan strategik dengan menggunakan Balanced Score Card sebagai pengukuran kinerja PT. Poliplas Makmur Santosa Ungaran.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja perusahaan apabila diukur dengan menggunakan pendekatan Balanced Score Card. Balanced Score Card adalah merupakan pengukuran kinerja yang menilai kinerja perusahaan dengan melihat empat perspektif, yaitu : 1) Perspektif Keuangan 2)Perspektif Pelanggan 3) Perspektif Proses Bisnis Internal 4)Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif persentase dan analisis rasio dengan langkah membandingkan kinerja perusahaan dengan standar kriteria rasio.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa setelah dianalisis dengan menggunakan pendekatan Balanced Score Card secara keseluruhan menunjukkan hasil jelek. Apabila dilihat dari masing- masing perspektif, untuk perspektif keuangan termasuk kategori jelek. Current ratio dan quick ratio yang dicapai perusahaan pada tahun 2006 berada diatas standar rata-rata. Untuk perspektif pelanggan menunjukkan hasil yang bagus untuk kepuasan pelanggan, namun untuk pangsa pasar dan customer acquisition belum memenuhi standar rata-rata.

Untuk perspektif internal bisnis ditunjukkan dengan persentase produk cacat yang masih tinggi, belum memenuhi standar rata- rata. MCE yang dicapai perusahaan masih rendah, berada dibawah standar rata-rata. Untuk perspektif pembelajaran dan pertumbuhan menunjukkan hasil jelek. Karyawan tidak merasa puas dengan perusahaan tempat mereka bekerja. Selain itu, perusahaan belum dapat mempertahankan karyawan yang diminati perusahaan, hal ini ditunjukkan dengan retensi karyawan yang belum memenuhi standar rata-rata. Sedangkan produktivitas karyawan menunjukkan bahwa produktivitas yang dicapai perusahaan pada tahun 2006 termasuk kategori jelek.

Kata Kunci : Balanced Score Card, Perusahaan.

Download Link Skripsi Full :
http://bit.ly/d0rW0x

read more

PENGARUH BIAYA KUALITAS....

PENGARUH BIAYA KUALITAS TERHADAP PRODUK RUSAK PADA CV. MENARA KUDUS

(Skripsi Ekonomi)

Abtrak

Dalam era industrialisasi yang semakin kompetitif, perusahaan dituntut untuk dapat ikut serta dalam persaingan. Salah satu usaha yang dilakukan perusahaan agar dapat bersaing adalah meningkatkan kualitas hasil produksinya. Jika kualitas produk meningkat maka akan mengurangi terjadinya produk rusak sehingga mengakibatkan biaya-biaya yang terus menurun dan pada akhirnya meningkatkan laba. Biaya yang dikeluarkan untuk meningkatkan kualitas disebut biaya kualitas. 

Menurut Hansen dan Mowen biaya kualitas yang terdiri dari biaya pencegahan dan biaya penilaian mempunyai pengaruh negatif terhadap produk rusak, sedangkan Feigenbaum menyatakan kenaikan dalam biaya pencegahan mengakibatkan turunnya kecacatan, yang pada gilirannya mempunyai efek positif pada biaya penilaian karena turunnya kecacatan berarti menurunnya kebutuhan akan aktivitas-aktivitas pemeriksaan dan pengujian yang rutin. 

Pada CV. Menara Kudus telah melakukan progam perbaikan kualitas namun belum melakukan pengelompokan dan pelaporan biaya kualitas, sehingga pihak manajemen tidak dapat mengontrol pengeluran biaya kualitas secara optimal. Mengacu dari uraian di atas, maka pokok permasalahan adalah seberapa besar pengaruh biaya kualitas yang terdiri dari biaya pencegahan dan biaya penilaian terhadap produk rusak baik secara simultan maupun parsial pada CV. Menara Kudus?

Objek penelitian ini adalah CV. Menara Kudus. Variabel yang diteliti adalah biaya kualitas (biaya pencegahan dan biaya penilaian) dan produk rusak. Data diambil dengan metode dokumentasi dan studi pustaka. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan inferensial

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan biaya pencegahan dan biaya penilaian berpengaruh signifikan terhadap produk rusak pada CV. Menara Kudus, dengan nilai F hitung 11,422 dan nilai signifikan 0 (nol) pada tingkat signifikan 0,05 serta koefisien determinasi sebesar 0,409 yang berarti biaya pencegahan dan biaya penilaian memberi pengaruh secara simultan terhadap produk rusak sebesar 40,9% sedangkan sisanya sebesar 59,1% produk rusak dipengaruhi oleh faktor lain. Secara parsial biaya pencegahan dan biaya penilaian juga berpengaruh signifikan terhadap produk rusak. Biaya pencegahan berpengaruh negatif terhadap produk rusak dan biaya penilaian berpengaruh
positif terhadap produk rusak.

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa biaya pencegahan, biaya penilaian dan produk rusak mengalami fluktuasi dalam batas kewajaran, tetapi ada beberapa yang melampaui batas kewajaran sehingga perlu perhatian dari manajemen.. Maka disarankan kepada CV. Menara Kudus memperhatikan biaya pencegahan dan biaya penilaian, karena berdasarkan penelitian biaya pencegahan bila dinaikkan dapat mengurangi jumlah produk rusak, sedangkan biaya penilaian bila diturunkan dapat mengurangi jumlah produk rusak.

Kata Kunci : Biaya kualitas, produk rusak.

Download Link Skripsi Full:
http://bit.ly/c6YUcH

read more

ANALISIS PENGARUH EFISIENSI MODAL KERJA, .,.....

ANALISIS PENGARUH EFISIENSI MODAL KERJA, IKUIDITAS, DAN SOLVABILITAS TERHADAP PROFITABILITAS
(Studi Kasus Pada Industri Barang Konsumsi Di Bursa Efek Jakarta)

(Skripsi Ekonomi - Akuntansi Keuangan)

Abstrak

Indikator adanya manajemen modal kerja yang baik adalah adanya efisiensi modal kerja. Makin pendek periode perputaran modal kerja, makin cepat perputarannya sehingga perputaran modal kerja makin tinggi dan perusahaan makin efisien yang pada akhirnya rentabilitas meningkat. Dalam penentuan kebijakan modal kerja yang efisien, perusahaan di hadapkan pada masalah adanya pertukaran (trade off) antara faktor likuiditas dan profitabilitas. Jika perusahaan memutuskan menetapkan modal kerja dalam jumlah yang besar, kemungkinan likuiditas akan terjaga namun kesempatan untuk memperoleh laba yang besar akan menurun pada akhirnya berdampak pada menurunnya profitabilitas. 

Selain masalah tersebut diatas perusahaan juga dihadapkan pada masalah penentuan sumber dana. Jika perusahaan menggunakan lebih banyak hutang dibanding modal sendiri maka tingkat solvabilitas akan menurun karena beban bunga yang harus di tanggung juga meningkat. Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya profitabilitas. 

Permasalahan yang diungkap: adakah pengaruh efisiensi modal kerja, likuiditas, dan solvabilitas terhadap profitabilitas baik secara parsial maupun simultan? Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana dan seberapa besar pengaruh efisiensi modal kerja, likuditas dan solvabilitas terhadap profitabilitas baik secara parsial maupun simultan pada perusahaan-perusahaan industri barang konsumsi yang go public di BEJ tahun 2002- 2005.

Populasi dalam penelitian ini perusahaan kelompok industri barang konsumsi yang sudah go public di BEJ periode tahun 2002-2005. sampel yang diteliti sebanyak 20 perusahaan dengan cara purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi efisiensi modal kerja (WCT), likuiditas (CR), solvabilitas (DTA) sebagai variabel bebas dan profitabilitas (ROI) sebagai variabel terikat. Data diperoleh melalui data sekunder dari BEJ dan dianalisis menggunakan regresi berganda.

Hasil analisis regresi menunjukkan efisiensi modal kerja, likuiditas dan solvabilitas berpengaruh terhadap profitabilitas pada perusahaan industri barang konsumsi yang terdafatar di BEJ dari tahun 2002-2005 yaitu sebesar 87,3% terbukti dari pvalue = 0,000 < 0,05. Secara parsial efisiensi modal kerja berpengaruh positf dan signifikan terhadap profitabilitas, namun likuiditas dan solvabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas.

Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan kepada pihak manajemen untuk mempertahankan efisiensi modal kerjanya dan perusahaan harus mengelola likuiditas dan solvabilitasnya secara efektif dan efisien untuk menghasilkan laba usaha yang memadai.

Kata Kunci: Efisiensi modal kerja, likuiditas, solvabilitas, profitabilitas

Download Skripsi
http://bit.ly/a1GkVn

read more

PENGARUH RASIO CAMEL .....

PENGARUH RASIO CAMEL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA BANK

(Skripsi - Ekonomi - Perbankan)


BAB I
PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang Masalah

Informasi tentang posisi keuangan perusahaan, kinerja perusahaan, aliran kas perusahaan, dan informasi lain yang berkaitan dengan laporan keuangan dapat diperoleh dari laporan keuangan perusahaan. Untuk memahami informasi tentang laporan keuangan, analisis laporan keuangan sangat dibutuhkan (Gibson dan Boyer, 1980). Analisis laporan keuangan meliputi perhitungan dan interpretasi rasio keuangan.

Analisis laporan keuangan dapat membantu para pelaku bisnis, baik pemerintah dan para pemakai laporan keuangan lainnya dalam menilai kondisi keuangan suatu perusahaan tidak terkecuali perusahaan perbankan. Untuk menilai kinerja keuangan perbankan umumnya digunakan lima aspek penilaian yaitu CAMEL (Capital, Assets, Management, Earning, Liquidity).

Aspek capital meliputi CAR, aspek aset meliputi NPL, aspek earning meliputi NIM, dan BO/PO, sedangkan aspek likuidity meliputi LDR dan GWM. Empat dari lima aspek tersebut masing-masing capital, assets, management, earning, liquidity dinilai dengan menggunakan rasio keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa rasio keuangan bermanfaat dalam menilai kondisi keuangan perusahaan perbankan. Penelitian rasio keuangan baik secara individu maupun secara construct untuk menilai kinerja dan pengujian kekuatan hubungan rasio keuangan dengan kinerja keuangan perbankan, menurut pengamatan peneliti jarang dilakukan. Hal ini didasari oleh beberapa alasan antara lain keuangan perusahaan perbankan sedikit berbeda dengan rasio keuangan-keuangan sejenis perusahaan lainnya. Hal ini ditunjukan oleh dalam Standar Akuntansi Keuangan Perbankan yang diatur khusus dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 31 (IAI, 1995)

Download Skripsi:
http://bit.ly/9g5Ba7

read more

PENGARUH KINERJA KEUANGAN...

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEJ

( Skripsi - Ekonomi - Akuntansi )

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kinerja keuangan yang terdiri dari rasio EPS, PER, DER, ROI, dan ROE secara parsial maupun serentak terhadap return saham perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta serta untuk mengetahui rasio yang dominan mempengaruhi return saham perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif yang berfungsi untuk menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian serta untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini.

Sampel yang diambil sebanyak 30 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ serta memiliki saham aktif selama tahun 2003 – 2005. untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dilakukan proses pengumpulan data melalui dokumentasi. Untuk metode pengumpulan data yang dilakukan dengan membuat salinan dengan cara mengumpulkan arsip dan catatan-catatan perusahaan yang ada. 

Alat analisis penelitian yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio keuangan yang terdiri dari rasio EPS, PER, DER, ROI, dan ROE tidak berpengaruh secara serentak terhadap return saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa
Efek Jakarta. Rasio keuangan yang berpengaruh secara parsial terhadap return saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta adalah rasio PER sehingga secara langsung rasio ini dominant mempengaruhi perubahan return saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta.

Kata-kata Kunci : Rasio Keuangan, Return Saham, Perusahaan Manufaktur

Download Skripsi:
http://bit.ly/a5KMGY 

read more

Thursday, March 4, 2010

ANALISIS SENSITIVITAS ETIS MAHASISWA AKUNTANSI

ANALISIS SENSITIVITAS ETIS MAHASISWA AKUNTANI

(Skripsi Ekonomi)


BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah

Profesi akuntan Indonesia pada masa yang akan datang menghadapi tantangan yang semakin berat, untuk itu diperlukan kesiapan yang menyangkut profesionalisme profesi. Profesionalisme suatu profesi diwujudkan dalam sikap dan tindakan etis. Sikap dan tindakan etis akuntan sangat menentukan posisinya di masyarakat pengguna jasa profesionalnya. Bagi profesi akuntan, sikap dan tindakan etis akan menentukan keberadaan akuntan dalam peta persaingan antara rekan profesi akuntan dari negara lain (Ludigdo dan Machfoedz, 1999).

Etika akuntan telah menjadi isu yang sangat menarik. Di Amerika Serikat issue ini antara lain dipicu oleh terjadinya crash pasar modal tahun 1987 (Chua et al, 1994). Sedangkan di Indonesia, isu ini berkembang seiring dengan terjadinya beberapa pelanggaran etika yang terjadi, baik yang dilakukan oleh akuntan publik, akuntan intern, maupun akuntan pemerintah (Machfoedz, 1999). Untuk kasus akuntan publik, beberapa pelanggaran etika ini dapat ditelusuri dari laporan Dewan Kehormatan IAI dalam laporan pertanggungjawaban pengurus IAI periode 1990- 1994 yang menyebutkan adanya 21 kasus yang melibatkan 53 KAP (Husada, 1996). Secara historis, akuntan merasa lebih etis dibanding dengan profesi-profesi lain, padahal isu pelanggaran etika yang dilakukan auditor semakin nyata terjadi. 

Download Skripsi (PDF) 
http://bit.ly/b9Jac8

read more

PENGARUH INFORMASI AKUNTANSI DAN NON AKUNTANSI .....

PENGARUH INFORMASI AKUNTANSI DAN NON AKUNTANSI TERHADAP KECENDERUNGAN UNDERPRICING: STUDI PADA PERUSAHAAN YANG MELAKUKAN INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) DI BURSA EFEK JAKARTA

(Skripsi Ekonomi - Akuntansi)


Abstraksi

Fenomena underpricing yang terjadi di BEJ menjadi momok bagi perusahaan yang melakukan INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO). Oleh karena itu penulis menganalisis pengaruh informasi akuntansi dan informasi non akuntansi terhadap kecenderungan underpricing dengan studi pada perusahaan yang melakukan IPO di BEJ antara tahun 2001- 2005. Pada penelitian ini yang menjadi informasi akuntansi meliputi ROA, leverage, dan ukuran perusahaan (firm size), sedangkan informasi non akuntansi yaitu reputasi underwriter, reputasi auditor, dan umur perusahaan. Informasi yang diambil sebagai pengaruh underpricing ini berkaitan dengan prospectus yang digunakan oleh investor dalam mengambil keputusan.

Penelitian ini mengambil sampel pada perusahaan yang melakukan IPO di BEJ dan mengalami underpricing yaitu sebanyak 41 perusahaan. Informasi tersebut berpengaruh terhadap undepricing baik secara bersamaan maupun secara parsial. Fenomena ini menjadi acuan bagi pengguna informasi baik di pasar sekunder maupun di pasar perdana. 

Kata kunci : Underpricing ROA, leverage, firm size, reputasi underwriter, reputasi auditor, dan umur perusahaan.


........


Penelitian ini untuk menguji seberapa besar variabel independen dapat mempengaruhi variabel dependen. Variabel independennya terdiri dari informasi akuntansi dan informasi non akuntansi. Informasi akuntansi adalah laporan keuangan yang terdiri atas neraca, perhitungan laba/rugi, laporan arus kas, dan penjelasan laporan keuangan, sedangkan informasi non akuntansi adalah informasi selain laporan keuangan seperti underwriter, auditor, umur perusahaan, dan lainnya (Sulistyawati, 2004). 

Maka variabel yang akan diteliti meliputi :

Variabel dependen
: Besarnya kecenderungan underpricing pada hari pertama di lantai bursa.
Variabel independen : Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat underpricing yang terdiri dari ROA, financial leverage, firm size, reputasi underwriter, reputasi auditor, dan umur perusahaan.

1. Underpricing merupakan selisih positif antara harga di pasar saham
sekunder dengan harga perdana. Variabel ini diukur dengan initial return (Chastina 2005), dengan  persentase yang dihitung berdasarkan selish harga penutupan pada pasar sekunder dengan harga pada pasar perdana,


2. ROA (Return On Asset) atau ROI (Return On Investment) dapat dihitung dengan perbandingan antara profit after tax dan total asset yang dimiliki oleh perusahaan.

3. Leverage atau sering disebut financial leverage adalah perbandingan antara total hutang (liabilities) dengan total asset pada tahun terakhir sebelum IPO (Helen, 2005),

4. Firm size atau ukuran/skala perusahaan diukur dengan besarnya total asset yang dimiliki perusahaan, hal ini untuk menginformasikan besaran perusahaan dengan nilai asset yang dimilikinya.

5. Reputasi underwriter merupakan variabel dummy yang pengukurannya menggunakan angka 1 untuk underwriter yang memiliki reputasi dan angka 0 untuk underwriter yang tidak memiliki reputasi. Berdasarkan penelitian Ghozali (2002) penghitungan skala underwriter yaitu dengan perangkingan underwriter yang berdasarkan jumlah saham IPO yang dijaminkan selama periode penelitian.

6. Reputasi auditor diukur dengan penetapan 10 besar KAP yang didasarkan penelitian Nasirwan (2000) yaitu jumlah perusahaan sampel yang menjadi klien KAP. Adapun penetapan tersebut dilihat dengan auditor yang melakukan pemeriksaan audit.

7. Umur perusahaan adalah untuk mengetahui seberapa lama perusahaan berdiri, dalam penelitian ini pengukuran umur perusahaan menggunakan umur tahun perusahaan berdiri sampai dengan perusahaan listing.

Download Skripsi (PDF) :
 http://bit.ly/a43HBd

read more

Wednesday, March 3, 2010

LUAS PENGUNGKAPAN DALAM LAPORAN TAHUNAN.....

VARIABEL-VARIABEL YANG MEMPENGARUHI LUAS PENGUNGKAPAN DALAM LAPORAN TAHUNAN PERUSAHAAN

(Skripsi Ekonomi - Auditing)

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui berapa besar tingkat pengungkapan informasi dalam laporan tahunan perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ pada tahun 2002 sampai 2003, dan meneliti beberapa faktor yang sekiranya mempunyai pengaruh terhadap tingkat pengungkapan tersebut. 

Faktor- faktor tersebut, yang merupakan variabel independen adalah Biaya pinjaman, Biaya ekuitas, Prosentase kepemilikan manajerial, Laba, Prosentase perubahan laba, dan Shareholder’s Equity. Sedangkan variabel dependennya diwakili oleh tingkat pengungkapan informasi laporan tahunan dengan pemberian skor atas pengungkapan item-item yang terdapat pada laporan tahunan.

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ, dengan periode penelitian tahun 2002 sampai 2003. Pengolahan dan analisis data menggunakan regresi berganda (Multiple Regression) dengan alat bantu Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya modal pinjaman mempunyai pengaruh signifikan dan mempunyai dampak positif dengan pengungkapan, sedangkan variabel independen yang lain tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengungkapan perusahaan.

Download Skripsi (PDF) 
http://bit.ly/b3Foyl

read more

EARNINGS DAN ARUS KAS MASA DEPAN......

KEMAMPUAN EARNINGS DAN ARUS KAS DALAM MEMPREDIKSI EARNINGS DAN ARUS KAS MASA DEPAN
(Studi Empiris Pada Perusahaan Industri Barang Konsumsi)


(Skripsi Akuntansi)

ABSTRAK

Prediksi earnings dan arus kas pada analisis keuangan digunakan sebagai alat bantu untuk mengurangi resiko ketidakpastian dalam pengambilan keputusan- keputusan ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mendapatkan bukti empiris mengenai kemampuan earnings dan arus kas dalam memprediksi earnings dan arus kas masa depan serta untuk mendapatkan bukti empiris apakah prediktor earnings memberikan kemampuan prediksi incremental terhadap arus kas jika digunakan secara bersama-sama dengan prediktor arus kas.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan menggunakan purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 34 perusahaan pada industri barang konsumsi yang terdaftar di BEJ selama periode 2001-2004, dengan menggunakan metode statistik regresi linier. Analisis juga dilakukan terhadap data yang telah dideflasi dengan faktor deflator indeks harga konsumen (Consumer Price Index).

Data earnings dan arus kas yang digunakan dalam pengujian hipotesis dalam penelitian ini merupakan data laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember.

Hasil pengujian hipotesis pertama tanpa atau dengan deflator menunjukkan, baik prediktor earnings maupun arus kas sebagai prediktor earnings mempunyai kemampuan yang signifikan dalam memprediksi earnings masa depan. Akan tetapi nilai adjusted R square prediktor earnings lebih besar dibandingkan prediktor arus kas, sehingga prediktor earnings lebih baik dibandingkan prediktor arus kas dalam memprediksi earnings masa depan. Hasil pengujian hipotesis kedua, pengujian tanpa atau dengan deflator, prediktor earnings lebih baik dibanding prediktor arus kas dalam memprediksi arus kas masa depan, karena prediktor arus kas tidak mempunyai kemampuan yang signifikan dalam memprediksi arus kas masa depan. Pengujian ketiga, pengujian dengan atau tanpa deflator hasilnya yaitu prediktor earnings memberikan kemampuan prediksi inkremental terhadap arus kas.

Kata kunci: Earnings, arus kas, prediksi, prediktor, inkremental

...........................

3.4. Definisi dan Pengukuran Variabel Penelitian

Sejalan dengan hipotesis dalam penelitian digunakan dua variabel, yaitu earnings (laba bersih) dan arus kas. Earnings adalah laba bersih setelah pajak dan merupakan salah satu pos dalam dalam laporan rugi-laba. Arus kas yang digunakan adalah total arus kas dari aktivitas operasi. Faktor deflator yang disertakan dalam pengujian adalah indeks harga konsumen.

Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Variabel bebas (independen variable) adalah variabel yang diduga berpengaruh terhadap variabel lain.
2. Variabel terikat (dependen variable) adalah variabel yang diduga mempengaruhi variabel bebas. 


Download Skripsi (PDF) :
http://bit.ly/bMjgPv

read more

EARNING MANAGEMENT DALAM PENAWARAN SAHAM.....

EARNING MANAGEMENT DALAM PENAWARAN SAHAM PERDANA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK JAKARTA

(Skripsi)


ABSTRAK

Penawaran saham perdana perusahaan merupakan salah satu cara perusahaan untuk mengembangkan dan memperluas usahanya. Salah satu syarat bagi perusahaan yang ingin go public adalah dengan mengeluarkan laporan keuangan. Dengan laporan keuangan yang baik dapat digunakan untuk menarik investor dan berimbas dengan naiknya harga saham perusahaan. Untuk menarik investor merupakan salah satu sebab untuk melakukan penyimpangan dana.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi apakah terdapat perbedaan laba sebelum go public, pada saat go public, dan setelah go public yang dilakukan oleh pihak perusahaan perbankan.

Penelitian ini menggunakan sampel penelitian perusahaan perbankan pada penawaran saham perdana dari tahun 1998-2003 dengan menggunakan laporan keuangan sebanyak 5 tahun. Penlitian ini terdiri dari 13 perusahaan perbankan.

Penelitian ini menggunakan uji jenjang bertanda Wilcoxon dan dengan tarif signifikansi 5%. Berdasarkan uji statistik tersebut dapat diketahui bahwa tidak terdapat perbedaadan yang signifikansi pada waktu sebelum go public dengan saat go public dan juga tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada saat go public dengan sesudah go public.


.........

Awal sumber pendanaan pada pasar modal dapat dilakukan melalui initial public offerings (IPO) atau disebut Unseasoned Equity Offerings.

IPO adalah peristiwa dimana untuk pertama kalinya suatu perusahaan menjual atau menawarkan sahamnya kepada khalayak ramai (public) di pasar modal. Penetapan harga dasar penawaran (offerings price) beberapa saham suatu perusahaan yang untuk pertama kalinya menawarkan sahamnya ke publik (go public) merupakan hal yang tidak mudah untuk dilakukan karena ketetapan harga penawaran dalam pasar perdana akan konsekuensi langsung terhadap kesejahteraan pemilik lama (issuer). Menurut Gumanti (2001), pihak issuer mengharapkan harga jual tinggi, kerena dengan harga jual tinggi dapat mempengaruhi minat calon investor untuk memutuskan membeli atau tidak saham yang ditawarkan. 

Bila harga tinggi maka minat investor akan saham tersebut rendah, sehingga saham yang ditawarkan tidak begitu laku. Akibatnya penjamin emisi (underwriters) harus  menanggung resiko atas saham yang terjual untuk suatu penjamin yang full commitment, sehingga penetapan harga saham yang layak merupakan tugas antara issuer dan penjamin emisi. Melihat dari uraian diatas maka pada saat memutuskan go public untuk pertama kali, tidak ada harga pasar saham sampai di mulainya penjualan di pasar sekunder.


Download Link Skripsi (PDF) :
http://bit.ly/bdsjt8

read more

HUBUNGAN KOMITE AUDIT TERHADAP KINERJA .....

HUBUNGAN KOMITE AUDIT TERHADAP KINERJA KEUANGAN MELALUI GOOD CORPORATE GOVERNANCE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
(SKRIPSI)

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul “Hubungan Komite Audit Terhadap Kinerja Keuangan Melalui Good Corporate Governance Sebagai Variabel Intervening” yang bertujuan untuk mengetahui hubungan Komite Audit, Manajemen laba sebagai proksi GCG terhadap Kinerja keuangan perusahaan di BEJ. Penelitian ini menggunakan Structural Equation Model (SEM).

Penelitian ini mengambil sampel dari 100 perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ selama tahun 2005-2006. Metode pengambilan sampel dengan cara purposive random sampling. Sampel yang diambil telah memenuhi syarat minimum pengujian dengan menggunakan AMOS. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa komite audit tidak berpengaruh terhadap manajemen laba dengan hasil koefisien regresi sebesar -0,067 dan kinerja keuangan dengan koefisien regresi 0,075, manajemen laba berpengaruh terhadap kinerja keuangan dengan koefisien regresi 0,313 dan Corporate Governance bukan merupakan variabel intervening.

Kata kunci: Corporate governance, manajemen laba, komite audit, kinerja keuangan
.......................................

Variabel Penelitian Dan Definisi Operasional

Penelitian ini akan menguji tiga variabel, yaitu kinerja perusahaan, komite audit dan manajemen laba. Kinerja perusahaan sebagai variabel dependent, komite audit sebagai variabel independent serta GCG sebagai variabel dependent dan independent diwakili oleh discretionary total accrual (DTAC) sebagai proksi variabel manajemen laba. Discretionary total accruals merupakan akrual yang dihitung dari aktiva dan aktiva tetap.

3.3.1. Variabel Dependen
Kinerja perusahaan dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan Q-tobin.

3.3.2. Variabel Independen
Variabel Independen dalam penelitian ini adalah komite audit. Komite audit diwakili oleh variable dummy, 1 jika perusahaan memiliki komite audit dan 0 jika sebaliknya.

3.3.3. Variabel Intervening
Manajemen Laba dalam penelitian ini merupakan variabel dependen dan sekaligus merupakan variabel independent. Manajemen laba dalam penelitian ini berfungsi sebagai variabel intervening. Yakni, variabel yang menjembatani antara variabel dependen dan independent.

Discretionary accruals sebagai proksi manipulasi laba yang dilakukan manajemen. Discretionary accruals merupakan selisih total accruals dan nondiscretionary accruals. Sedangkan total akrual merupakan selisih antara net income dan cashflow from operations. Total akrual dipecah menjadi komponen discretionary accruals dan nondiscretionary accruals dengan menggunakan Modified Jones Model (Dechow at al, 1995)

Download Skripsi (PDF):
http://bit.ly/b3Foyl

read more

PERATAAN LABA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI.....

ANALISIS PERATAAN LABA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR
DI BURSA EFEK JAKARTA (2000 – 2004)


ABSTRAKSI

Perataan Laba (Income Smoothing) adalah cara yang digunakan manajemen untuk mengurangi fluktuasi laba yang dilaporkan agar sesuai dengan target yang diinginkan baik secara artificial (melalui
metode akuntansi) maupun secara riil (melalui transaksi). Tindakan perataan laba dianggap sebagai tindakan yang umum dilakukan oleh manajemen untuk mencapai maksud-maksud tertentu. Namun demikian praktik ini telah dikritik oleh banyak pihak karena dapat menyebabkan disclosure dalam laporan keuangan menjadi tidak memadai. Akibat selanjutnya, laporan keuangan tidak lagi mencerminkan keadaan sebenarnya mengenai hal-hal yang terjadi di perusahaan yang seharusnya perlu diketahui oleh pemakai laporan keuangan.

Penelitian ini dibuat untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi praktik perataan laba yaitu besaran perusahaan, net profit margin, operating profit margin, return on asset. Pemisahan antara perusahaan yang melakukan perataan laba dan yang tidak melakukan dengan menggunakan Index Eckel terhadap laba operasi untuk perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Sample penelitian berjumlah 73 perusahaan dengan sub sampel sebanyak 365 laporan keuangan. Pengamatan dilakukan selama lima tahun, yaitu 2000, 2001, 2002, 2003, 2004.

Faktor-faktor yang tidak mempengaruhi praktik perataan laba terangkum dalam bentuk hipotesis null. Analisis statistik yang digunakan terdiri dari (1) Pengujian univariate, untuk mengetahui siginifikan tidaknya perbedaan antara perusahaan perata dan bukan perata, dalam hal ini menggunakan t-Test jika data berdistribusi normal dan Mann-Whitney Test jika data tidak berdistribusi normal, (2) Pengujian multivariate, dengan menggunakan logistic regression untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perataan laba.

Hasil perhitungan dengan Index Eckel menunjukkan bahwa sebanyak 15 perusahaan yang melakukan praktik perataan laba. Sedangkan dari hasil analisis regresi logistic baik secara serentak maupun terpisah terhadap keempat variable independen yang diduga berpengaruh pada praktik perataan laba ternyata hanya operating profit margin yang terbukti berpengaruh. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa besaran perusahaan, net profit margin dan return on asset tidak berpengaruh pada praktik perataan laba, hanya operating profit margin yang dapat mempengaruhi perusahaan untuk melakukan tindakan tersebut

Download Skripsi (PDF) : 
http://bit.ly/aWc0XV

read more

Analisis Perataan Laba ....

Analisis Perataan Laba :
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi dan Kaitannya dengan Kinerja Saham Perusahaan Publik di Indonesia

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perataan laba (Besaran Perusahaan, Kelompok Usaha, Winner/loser Stocks, Net Profit Margin, dan Operating Profit Margin) dan kaitannya dengan kinerja saham (Return dan risiko) perusahaan publik di Indonesia. Penelitian ini didasarkan hasil studi Hanna Meilani Salno dan Zaki Baridwan (2000), yang menyimpulkan bahwa keempat faktor (Besaran perusahaan, Net Profit Margin, Kelompok usaha dan Winner/losser Stocks) tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba. Selain itu tidak ada perbedaan yang signifikan return antara perusahaan perata laba dengan yang tidak melakukan perataan laba, serta tidak ada perbedaan risiko antara perusahaan yang melakukan praktik perataan laba dan tidak melakukan perataan laba.

Kata kunci : Perataan laba, Besaran Perusahaan, Kelompok Usaha, Winner/loser Stocks, Net Profit Margin, Operating Profit Margin, Return Saham, Risiko saham (beta).

..........

3.4. Variabel Penelitian 
Variabel dalam penelitian ini tergantung pada hipotesa penelitian yang dimaksud. Berikut ini adalah variabel yang digunakan dalam setiap hipotesa penelitian beserta cara pengukurannya.

Hipotesis 1

Variabel Tidak Bebas (dependent variable)
Status perataan laba suatu perusahaan diklasifikasikan dengan Model eckel (index eckel). Penggunaan index ini dapat mengetahui apakah perusahaan melakukan perataan atau tidak.

Variabel Bebas (Independent Variable)
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Dalam penelitian ini, pengukuran untuk variabel besaran perusahaan akan menggunakan rata-rata total aktiva selama tiga tahun, dengan nilai rupiah (Rp) sebagai ukurannya.

b. Net Profit Margin (NPM) yang diukur dengan rata-rata dari rasio laba bersih setelah pajak (LBSP) dibagi total penjualan selama tiga tahun.

c. Kelompok usaha yang dibagi ke dalam kelompok manufaktur, kelompok perbankan/lembaga keuangan lainnya, dan kelompok lain. Pemilihan kelompok usaha didasarkan pada kelompok usaha yang mendominasi kelompok usaha di BEJ.

d. Winner/Losser stocks merupakan variabel dummy dalam hipotesis pertama. Status Winner Stocks untuk perusahaan yang rata-rata perubahan harga sahamnya positif selama tiga tahun, status Losser Stocks untuk perusahaan yang rata-rata perubahan harga sahamnya negatif selama tiga tahun.

e. Operating Profit Margin (OPM). Margin Laba Operasi ini diukur dengan menghitung rata-rata rasio laba operasi dibagi total penjualan selama tiga tahun.

Hipotesis 2
Membandingkan return kelompok perata dan bukan perata laba. Return saham dihitung dengan menggunakan rata-rata geometri selama tiga tahun periode sampel. Rata-rata geometri dipilih karena rata-rata geometri memperhatikan pertumbuhan return dari waktu kewaktu.

Hipotesis 3
Membandingkan resiko kelompok perata dan bukan perata laba. Resiko perusahaan dihitung dari beta saham yang diukur dengan rata-rata aritmatika, karena pada dasarnya resiko diharapkan bertambah (bertumbuh) dari waktu ke
waktu.

Download Skripsi :
http://bit.ly/9VTeWl

read more

PENGARUH PERATAAN LABA TERHADAP REAKSI PASAR....

PENGARUH PERATAAN LABA TERHADAP REAKSI PASAR ATAS PENGUMUMAN INFORMASI LABA
( Studi Kasus pada Perusahaan yang Terdaftar LQ 45)




ABSTRAKSI

Perhatian investor yang sering terpusat pada informasi laba, tanpa memperhatikan prosedur yang digunakan untuk menghasilkan informasi laba mendorong manajer melakukan manajemen laba (earnings management). Salah satu tindakan manajemen atas laba yang dapat dilakukan oleh manajemen adalah tindakan perataan laba (income smoothing). Tindakan perataan laba dapat di definisikan sebagai suatu sarana yang digunakan manajemen untuk mengurangi varibialitas urut-urutan pelaporan laba relatif terhadap beberapa urut-urutan target yang terlihat karena adanya manipulasi variabel-variabel akuntansi atau riil.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah terdapat perbedaan reaksi pasar atas pengumuman laba antara perusahaan perata laba dengan perusahaan bukan perata laba. Perusahaan yang melakukan perataan laba ataupun yang tidak melakukan perataan laba bisa dideteksi dengan indeks Eckel,variabel reaksi pasar diukur menggunakan cummulative abnormal return (CAR) dan untuk menguji hipotesis akan digunakan uji independent sampel t-Test.

Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan reaksi pasar antara perusahaan perata laba dengan perusahaan bukan perata laba.

Download Skripsi:
http://bit.ly/9v7XG8

read more

Tuesday, March 2, 2010

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP MANAJEMEN LABA DAN KINERJA KEUANGAN

PENGARUH CORPORATE GOVERNANCE DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP MANAJEMEN LABA DAN KINERJA KEUANGAN


ABSTRAK


Penelitian ini berjudul “Pengaruh Corporate Governance Dan Struktur Kepemilikan Terhadap Manajemen Laba Dan Kinerja Keuangan” yang bertujuan untuk menguji pengaruh dan dampak dari variabel -variabel di atas.

Penelitian ini menggunakan variabel Corporate Governance (meliputi kepemilikan manajerial, proporsi dewan komisaris, dan komite audit), Struktur Kepemilikan, Manajemen Laba, dan Kinerja Keuangan. Sampel yang digunakan adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang termasuk dalam jenis perusahaan perdagangan, distribusi dan transportasi dan sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan program AMOS versi 6.0.

Hasil penelitian ini membuktikan bahwa corporate governance dan struktur kepemilikan tidak terbukti
berpengaruh secara positif terhadap manajemen laba, namun terbukti berpengaruh secara positif terhadap kinerja keuangan. Sedangkan manajemen laba juga tidak terbukti berpengaruh secara positif terhadap kinerja keuangan.

Kata kunci: (Corporate Governance, Struktur Kepemilikan, Manajemen Laba, dan Kinerja Keuangan)

Download Skripsi :
http://bit.ly/dnCowf

read more

MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN GO PUBLIK

 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN GO PUBLIK DI BURSA EFEK JAKARTA
 
ABSTRAKSI

Manajemen laba merupakan tindakan manajemen yang berupa campur tangan dalam proses penyusunan laporan keuangan dengan maksud untuk meningkatkan kesejahteraannya secara personal maupun untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Penelitian ini merupakan hasil replikasi dari penelitian Widyaningdyah A (2001) yang menguji faktor-faktor yang mempengaruhi manajemen laba pada perusahaan go publik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kembali secara empiris atas faktor-faktor yang digunakan pada penelitian Widyaningdyah (2001) masih berpengaruh terhadap manajemen laba pada tahun 2000-2003. metode analisis statistik yang digunakan adalah metode regresi.

Hasil penelitian ini menunjukkan hanya Reputasi Auditor yang berpengaruh terhadap manajemen laba. Hal ini berarti manajemen laba berkaitan dengan auditor independen yang mengaudit perusahaan.
Kata kunci: manajemen laba, discretionary accruals, penawaran saham perdana (IPO), leverage. 

 Download Link :
http://bit.ly/9x3vmG

read more

Corporate Governance - Powered by Google Search


  1. [PDF] 

    SAS NO. 99, DAN CORPORATE GOVERNANCE: SARBANES-OXLEY ACT

     - [ Translate this page ]

    File Format: PDF/Adobe Acrobat - Quick View
    pengukuran corporate governance sejak diterbitkannya Securities Acts of 1933 and 1934. Sangatlah penting bagi para akuntan, auditor dan fraud examiners ...
    repository.binus.ac.id/content/F0204/F020466898.pdf - Similar
  2. [PDF] 

    MEKANISME CORPORATE GOVERNANCE, MANAJEMEN LABA

     - [ Translate this page ]

    File Format: PDF/Adobe Acrobat - Quick View
    mekanisme corporate governance terdiri dari; kepemilikan institusional, ... dalam memahami mekanisme corporate governance serta praktik manajemen laba, ...
    repository.binus.ac.id/content/F0812/F081266166.pdf
  3. [PDF] 

    Microsoft PowerPoint - MPd 4-3 IT Governance in an E-Biz World

    File Format: PDF/Adobe Acrobat - View as HTML
    Attention on Corporate Governance. • Management Accountability for Resources. • Specific Need for Control of IT Resources. • Business Orientated Solutions ...
    repository.binus.ac.id/content/F0662/F066266159.pdf
  4. [PPT] 

    KEADAAN PASAR MODAL SEKARANG

     - [ Translate this page ]

    File Format: Microsoft Powerpoint - View as HTML
    MENINGKATKAN KETAATAN TERHADAP GOOD CORPORATE GOVERNANCE ... GOODCORPORATE GOVERNANCE YANG EFEKTIF AKAN MENCIPTAKAN SISTEM YANG DAPAT MENJAGA KESEIMBANGAN ...
    repository.binus.ac.id/content/F0322/F032235477.ppt
  5. [PDF] 

    Insert VERITAS™ Datasheet Title Here

    File Format: PDF/Adobe Acrobat - Quick View
    Regulatory Compliance/Corporate Governance. Regulatory compliance and corporate governance are key issues. The VERITAS and Princeton Softech ...
    repository.binus.ac.id/content/T0773/T077329482.pdf
  6. [PPT] 

    Judul

     - [ Translate this page ]

    File Format: Microsoft Powerpoint - View as HTML
    Good Corporate Governance yang efektif akan menciptakan sistem yang dapat menjaga keseimbangan dalam pengendalian perusahaan terutama terjadinya fraud, ...
    repository.binus.ac.id/content/F0344/F034464835.ppt
  7. [PPT] 

    Judul

     - [ Translate this page ]

    File Format: Microsoft Powerpoint - View as HTML
    Effective corporate governance is a synergy between internal auditors, ... One emerging model has been proposed by the Corporate Governance Center at ...
    repository.binus.ac.id/content/A0274/A027466351.ppt
  8. [PDF] 

    Changing Nature of Managerial Work:

    File Format: PDF/Adobe Acrobat - Quick View
    interviewees describe this question as being about 'corporate governance'. This means that to claim a practice has changed is very difficult to assert, ...
    repository.binus.ac.id/content/A0092/A009213461.pdf
  9. [PPT] 

    Judul

     - [ Translate this page ]

    File Format: Microsoft Powerpoint - View as HTML
    Materi : Dampak pengumuman survey perception index corporate governance terhadap ...Good Corporate Governance (GCG) merupakan suatu strategi pengembangan ...
    repository.binus.ac.id/content/F0384/F038447561.ppt
  10. [PPT] 

    Judul

    File Format: Microsoft Powerpoint - View as HTML
    The Sarbanes Oxley Act was signed into law in 2002, significantly expanding US requirements on corporate governance, disclosure and reporting and the ...
    repository.binus.ac.id/content/F0142/F014294731.ppt

read more