Updates @EkyDakka.Com (Jurnal SNA 6 - 13)


Click Flag to Translate Bahasa Indonesia 中文(简体) Português English (US) Français Deutsch Italiano 日本語 한국어 Русский Español

Sunday, November 15, 2009

Manfaat Analisis Sumber Dan Penggunaan Kas Sebagai Alat Bantu Meningkatkan Tingkat Likuiditas Perusahaan (Studi kasus pada PT Agronesia)

Perkembangan perekonomian dewasa ini menunjukan perkembangan yang semakin pesat sekaligus menyebabkan meningkatnya tingkat persaingan usaha. Kondisi demikian menuntut pihak perusahaan agar dapat meningkatkan pengelolaan usahanya. Perusahaan yang kuat akan bertahan hidup sebaliknya perusahaan yang tidak mampu bersaing akan dilikuidasi atau mengalami kebangkrutan. Analisis sumber dan penggunaan kas menyediakan informasi perubahan kas selama satu periode dan memberikan alasannya mengenai perubahan kas tersebut dengan menunjukan dari mana sumber-sumber kas dan penggunaan-penggunaannya. Untuk mendukung analisis sumber dan penggunaan kas, digunakan analisis rasio likuiditas, yaitu rasio-rasio yang digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya yang segera harus dibayar. Rasio likuiditas dapat dihitung dengan current ratio, quick ratio, dan cash ratio. Penelitian yang dilakukan oleh penulis ini dilakukan pada PT Agronesia yang terletak di jalan Aceh no 30 Bandung.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi. Penulis melakukan wawancara/pembagian kuesioner dengan pejabat yang terkait dengan proses analisis sumber dan penggunaan kas untuk memperoleh data primer dan data sekunder dari literatur yang ada. Dengan analisis sumber dan penggunaan kas, perusahaan dapat menilai kondisi likuiditasnya. Baik-buruknya likuiditas PT Agronesia sangat tergantung pada kebijakan pengelolaan kasnya. Apabila kebijakan sumber dan penggunaan kas suatu perusahaan tidak efektif maka akan mengakibatkan likuiditas menjadi buruk dan apabila pengelolaan sumber dan penggunaan kas efektif maka dengan sendirinya akan mengakibatkan likuiditas perusahaan menjadi baik pula. Berdasarkan hasil pembahasan mengenai pelaksanaan analisis sumber dan penggunaan kas tersebut bermanfaat bagi manajemen dalam meningkatkan likuiditas perusahaan dari periode ke periode.

Files Size Format View
bab1-2.pdf 893.5Kb application/pdf http://bit.ly/90TGrK
bab3-4.pdf 1.485Mb application/pdf http://bit.ly/cD8DE7
bab5.pdf 245.1Kb application/pdf http://bit.ly/aRqGVQ
cover.pdf 101.6Kb application/pdf http://bit.ly/bAmfQk


read more

Evaluasi Penerapan Transfer Pricing Pada PT.X

Konsep harga transfer merupakan salah satu langkah yang dapat diterapkan dalam upaya memperoleh laba yang maksimal dan effektif. Dengan harga transfer, perusahaan akan memperoleh pendapatan tidak hanya dari penjualan ke pihak luar perusahaan saja, tetapi juga dari laba kontribusi divisi. Karena dengan diterapkannya harga transfer, divisi seolah â olah menjadi suatu unit bisnis yang independence. Namun terintegrasi satu dengan yang lainnya dalam rangka mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan. Di dasarkan keinginan penulis untuk mengetahui penerapan harga transfer dalam effektivitas laba pada suatu perusahaan, penulis mengadakan penelitian dan disajikan dalam skripsi dengan judul â Evaluasi Penerapan Transfer Pricing Pada PT.Xâ . Objek penelitian dari skripsi ini adalah penerapan harga transfer dan perananya terhadap effektivitas laba pada PT. Surya Prabha Jatisatya. Perusahaan ini adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan keramik Grand Master, Jupiter, Lokset Paloma, List dan produk dari Bital Asia yang memliki kantor pusat dan kantor cabang. Kantor cabang perusahaan ini berlokasi di jalan Cibereum belakang Komplek Expedisi GTS no 30 Bandung. Penelitian dilakukan selama bulan Juni 2005.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan jawaban dari masalah yang utama yaitu penerapan harga transfer yang memadai. Hipotesis yang dikemukakan penulis adalah penerapan harga transfer telah memadai dan bermanfaat dalam menentukan laba perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode hipotesis deskriptif, dengan teknik pengumpulan data mencakup observsi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan harga transfer di PT. Surya Prabha belum memadai. Hal ini disebabkan oleh masalah terlalu dominannya manajer puncak dalam penentuan harga transfer, sehingga divisi yang ada masih diperlakukan sebagai pusat laba.Berdasarkan hasil observasi dan kuesioner yamg dibandingkan dengan teori yang ada maka dapat ditarik kesimpulan berupa hipotesis dapat diterima. Akan tetapi, karena PT.Surya Prabha belum menerapkan harga transfer secara memadai, penerapan harga transfer pada PT. Surya Prabha menjadi sedikit berperan terhadap tercapainya effektivitas laba secara keseluruhan.

Files Size Format View
bab1-2.pdf 1.286Mb application/pdf http://bit.ly/bedDpk
bab3-4.pdf 1.107Mb application/pdf http://bit.ly/b1Dswq
bab5.pdf 58.90Kb application/pdf http://bit.ly/cTQMwj
cover.pdf 140.2Kb application/pdf http://bit.ly/bRnrg3


read more

Saturday, November 14, 2009

Peranan Komite Audit Dalam Mewujudkan Good Corporate Governance

(Studi Kasus Pada PT Kereta Api (Persero))


Penelitian ini menguji mengenai peranan Komite Audit dalam mewujudkan Good Corporate Governance bagi perkembangan perusahaan. Melalui penelitian ini dijelaskan bagaimana Komite Audit memberikan peranannya terhadap pelaksanaan tata kelola organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar peranan Komite Audit dalam mewujudkan GCG. Penelitian ini juga diharapkan mampu memberikan masukan kepada manajemen dalam meningkatkan pelaksanaan GCG. Metode untuk menganalisa data – data primer dan sekunder yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari kuesioner yang berbentuk close ended quetionare yang disebarkan di lingkungan PT Kereta Api (Persero) yang berlokasi di Jln Perintis Kemerdekaan No. 1 Bandung, diolah yang kemudian dikelompokan berdasarkan metode champion. Indikator yang ditetapkan sebagai alat analisis pada penelitian ini berdasarkan pada Financial Executive International (FEI) study dan Diagnostic Assessment dari GCG BPKP scorecard.

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Komite Audit didalam perusahaan berperan dalam mewujudkan Good Corporate Governance. Semakin baik peranan Komite Audit terhadap tata kelola perusahaan, maka akan meningkatkan fungsi pengawasan dan pengendalian yang dilakukan oleh Komisaris sehingga akan melindungi kepentingan stakeholders dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari perusahaan. Hal ini dikarenakan Komite Audit memberikan pengaruhnya terhadap pelaksanaan GCG melalui penelaahan, pemeriksaan dan pemberian pendapat secara independen dan profesional sehingga tata kelola perusahaan dapat dijalankan dengan baik.

Files Size Format View
0102405.pdf 21.56Mb application/pdf http://bit.ly/cnB0qn

read more

Wednesday, November 11, 2009

Pengaruh Penerapan Prinsip Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan

(Studi Kasus pada PT Jamsostek Kantor Cabang II Bandung)

Tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dapat diartikan sebagai suatu proses dan struktur yang digunakan oleh organ perusahaan untuk meningkatkan nilai perusahaan dan pemegang saham secara berkesinambungan dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholders lainnya, berlandaskan peraturan perundangan serta norma â norma yang berlaku. Berdasarkan pemikiran di atas penulis mencoba melakukan penelitian mengenai â Pengaruh Penerapan Prinsip Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan Perusahaanâ , yang dilakukan pada PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Persero) Kantor Cabang II Bandung. Prinsip â prinsip Good Corporate Governance terdiri dari : 1. Transparansi (Transparency) yang berarti keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan dan keterbukaan dalam mengemukakan informasi yang materiil dan relevan mengenai perusahaan, 2. Kemandirian (Independency) yang berarti suatu keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa benturan kepentingan dan pengaruh maupun tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan prinsip korporasi yang sehat, 3. Akuntabilitas (Accountability) yang berarti kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban organisasi, sehingga pengelolaan perusahaan terlaksana secara efektif, 4. Pertanggungjawaban (Responsibility) yang berarti kesesuaian dalam pengelolaan perusahaan, yang sesuai dengan peraturan perundang â undangan yang berlaku, 5. Kewajaran (Fairness) yang berarti kesetaraan atau keadilan dalam memenuhi hak â hak stakeholders lainnya, yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang â undangan yang berlaku. Adapun pengertian dari kinerja adalah prestasi yang dicapai dalam periode tertentu.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan prinsip Good Corporate Governance terhadap kinerja keuangan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis, yaitu metode yang melihat dan menggambarkan lingkungan atau keadaan yang tampak nyata dalam perusahaan dengan cara mengumpulkan, menyajikan, dan menganalitis data, sehingga diperoleh gambaran yang jelas atas objek yang diteliti agar dapat diambil suatu simpulan. Hasil pengujian hipotesis yang dilakukan menggunakan uji t dengam tingkat signifikansi sebesar 5%, menunjukkan penolakan Ho dan penerimaan Ha, karena t test >t tabel = 3,147 > 2,132 , artinya bahwa penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Saran sebagai bahan masukan perusahaan sebaiknya lebih mensosialisasikan mengenai arti penting GCG serta meningkatkan lagi kualitas penerapan prinsip GCG kepada para karyawan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.


FilesSizeFormatView
bab1-2.pdf683.4Kbapplication/pdfhttp://bit.ly/9kOWCp
bab3-4.pdf631.6Kbapplication/pdfhttp://bit.ly/beTBMO
bab5.pdf112.1Kbapplication/pdfhttp://bit.ly/bFnoJr
cover.pdf88.57Kbapplication/pdfhttp://bit.ly/9kGaY8

read more

Analisis Good Corporate Governance - Balanced Scorecard .....

Analisis Good Corporate Governance Dalam Meningkatkan Kinerja Rumah Sakit Daerah Dengan Pendekatan Balanced Scorecard
(Studi Kasus Di BRSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon)


Abstrak


Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui penerapan good corporate governance di rumah sakit umum daerah, akibat adanya otonomi daerah yang berimbas pada berubahnya paradigma rumah sakit umum daerah sebagai cost center, kini harus memadukan orientasinya sebagai service public dan profit oriented dengan mengedepankan value for money. Tujuan dari penelitian yang dilakukan penulis adalah untuk mengetahui penerapan good corporate governance dan untuk mengetahui analisis good corporate governance dalam meningkatkan kinerja dengan pendekatan balanced scorecard pada Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun Kabupaten Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode explanatory/verifikatif yaitu suatu metode yang bertujuan memahami, merumuskan, dan menjelaskan masalah-masalah penelitian, penyusunan teoritis, pengembangan dan pengujian hipotesis. Sedangkan teknik pengumpulan data yang penulis pergunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data primer yang dilakukan secara langsung kepada perusahaan dengan cara: wawancara (interview), pengamatan (observation), dan kuesioner (quesionnaire). Penelitian Kepustakaan (Library Research), penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan data sekunder dengan membaca literatur-literatur berupa buku-buku, catatan-catatan kuliah, dan kemudian menjadi landasan teoritis bagi penulis dalam menyusun skripsi. Dari hasil perhitungan statistik didapat bahwa angka koefisien korelasi spearmen sebesar sebesar 0,67 yang berarti adanya hubungan yang signifikan antara good corporate governance dengan kinerja dengan pendekatan balanced scorecard. Sedangkan kontribusi good corporate governance terhadap Kinerja RSUD dengan Pendekatan balanced scorecard pengaruhnya sebanyak 44,89% sedangkan sisanya sebesar 55,11% dipengaruhi oleh faktor lain. Dimana faktor lain tersebut tidak diteliti oleh peneliti dalam penyusunan skripsi ini. Berdasarkan pengujian hipotesis didapat thitung sebesar 4,78 lebih besar dari ttabel sebesar 1,701, maka hipotesis yang diajukan penulis dapat diterima.

FilesSizeFormatView
bab1-2.pdf514.4Kbapplication/pdfhttp://bit.ly/aNunR4
bab3-4.pdf1.289Mbapplication/pdfhttp://bit.ly/cj1Zwa
bab5.pdf56.55Kbapplication/pdfhttp://bit.ly/c7c1eL
cover.pdf45.34Kbapplication/pdfhttp://bit.ly/cd75pe

read more