Updates @EkyDakka.Com (Jurnal SNA 6 - 13)


Click Flag to Translate Bahasa Indonesia 中文(简体) Português English (US) Français Deutsch Italiano 日本語 한국어 Русский Español

Wednesday, March 3, 2010

EARNING MANAGEMENT DALAM PENAWARAN SAHAM.....

EARNING MANAGEMENT DALAM PENAWARAN SAHAM PERDANA PERUSAHAAN PERBANKAN DI BURSA EFEK JAKARTA

(Skripsi)


ABSTRAK

Penawaran saham perdana perusahaan merupakan salah satu cara perusahaan untuk mengembangkan dan memperluas usahanya. Salah satu syarat bagi perusahaan yang ingin go public adalah dengan mengeluarkan laporan keuangan. Dengan laporan keuangan yang baik dapat digunakan untuk menarik investor dan berimbas dengan naiknya harga saham perusahaan. Untuk menarik investor merupakan salah satu sebab untuk melakukan penyimpangan dana.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi apakah terdapat perbedaan laba sebelum go public, pada saat go public, dan setelah go public yang dilakukan oleh pihak perusahaan perbankan.

Penelitian ini menggunakan sampel penelitian perusahaan perbankan pada penawaran saham perdana dari tahun 1998-2003 dengan menggunakan laporan keuangan sebanyak 5 tahun. Penlitian ini terdiri dari 13 perusahaan perbankan.

Penelitian ini menggunakan uji jenjang bertanda Wilcoxon dan dengan tarif signifikansi 5%. Berdasarkan uji statistik tersebut dapat diketahui bahwa tidak terdapat perbedaadan yang signifikansi pada waktu sebelum go public dengan saat go public dan juga tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada saat go public dengan sesudah go public.


.........

Awal sumber pendanaan pada pasar modal dapat dilakukan melalui initial public offerings (IPO) atau disebut Unseasoned Equity Offerings.

IPO adalah peristiwa dimana untuk pertama kalinya suatu perusahaan menjual atau menawarkan sahamnya kepada khalayak ramai (public) di pasar modal. Penetapan harga dasar penawaran (offerings price) beberapa saham suatu perusahaan yang untuk pertama kalinya menawarkan sahamnya ke publik (go public) merupakan hal yang tidak mudah untuk dilakukan karena ketetapan harga penawaran dalam pasar perdana akan konsekuensi langsung terhadap kesejahteraan pemilik lama (issuer). Menurut Gumanti (2001), pihak issuer mengharapkan harga jual tinggi, kerena dengan harga jual tinggi dapat mempengaruhi minat calon investor untuk memutuskan membeli atau tidak saham yang ditawarkan. 

Bila harga tinggi maka minat investor akan saham tersebut rendah, sehingga saham yang ditawarkan tidak begitu laku. Akibatnya penjamin emisi (underwriters) harus  menanggung resiko atas saham yang terjual untuk suatu penjamin yang full commitment, sehingga penetapan harga saham yang layak merupakan tugas antara issuer dan penjamin emisi. Melihat dari uraian diatas maka pada saat memutuskan go public untuk pertama kali, tidak ada harga pasar saham sampai di mulainya penjualan di pasar sekunder.


Download Link Skripsi (PDF) :
http://bit.ly/bdsjt8

No comments:

Post a Comment