Updates @EkyDakka.Com (Jurnal SNA 6 - 13)


Click Flag to Translate Bahasa Indonesia 中文(简体) Português English (US) Français Deutsch Italiano 日本語 한국어 Русский Español

Wednesday, March 3, 2010

Analisis Perataan Laba ....

Analisis Perataan Laba :
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi dan Kaitannya dengan Kinerja Saham Perusahaan Publik di Indonesia

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perataan laba (Besaran Perusahaan, Kelompok Usaha, Winner/loser Stocks, Net Profit Margin, dan Operating Profit Margin) dan kaitannya dengan kinerja saham (Return dan risiko) perusahaan publik di Indonesia. Penelitian ini didasarkan hasil studi Hanna Meilani Salno dan Zaki Baridwan (2000), yang menyimpulkan bahwa keempat faktor (Besaran perusahaan, Net Profit Margin, Kelompok usaha dan Winner/losser Stocks) tidak berpengaruh terhadap praktik perataan laba. Selain itu tidak ada perbedaan yang signifikan return antara perusahaan perata laba dengan yang tidak melakukan perataan laba, serta tidak ada perbedaan risiko antara perusahaan yang melakukan praktik perataan laba dan tidak melakukan perataan laba.

Kata kunci : Perataan laba, Besaran Perusahaan, Kelompok Usaha, Winner/loser Stocks, Net Profit Margin, Operating Profit Margin, Return Saham, Risiko saham (beta).

..........

3.4. Variabel Penelitian 
Variabel dalam penelitian ini tergantung pada hipotesa penelitian yang dimaksud. Berikut ini adalah variabel yang digunakan dalam setiap hipotesa penelitian beserta cara pengukurannya.

Hipotesis 1

Variabel Tidak Bebas (dependent variable)
Status perataan laba suatu perusahaan diklasifikasikan dengan Model eckel (index eckel). Penggunaan index ini dapat mengetahui apakah perusahaan melakukan perataan atau tidak.

Variabel Bebas (Independent Variable)
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Dalam penelitian ini, pengukuran untuk variabel besaran perusahaan akan menggunakan rata-rata total aktiva selama tiga tahun, dengan nilai rupiah (Rp) sebagai ukurannya.

b. Net Profit Margin (NPM) yang diukur dengan rata-rata dari rasio laba bersih setelah pajak (LBSP) dibagi total penjualan selama tiga tahun.

c. Kelompok usaha yang dibagi ke dalam kelompok manufaktur, kelompok perbankan/lembaga keuangan lainnya, dan kelompok lain. Pemilihan kelompok usaha didasarkan pada kelompok usaha yang mendominasi kelompok usaha di BEJ.

d. Winner/Losser stocks merupakan variabel dummy dalam hipotesis pertama. Status Winner Stocks untuk perusahaan yang rata-rata perubahan harga sahamnya positif selama tiga tahun, status Losser Stocks untuk perusahaan yang rata-rata perubahan harga sahamnya negatif selama tiga tahun.

e. Operating Profit Margin (OPM). Margin Laba Operasi ini diukur dengan menghitung rata-rata rasio laba operasi dibagi total penjualan selama tiga tahun.

Hipotesis 2
Membandingkan return kelompok perata dan bukan perata laba. Return saham dihitung dengan menggunakan rata-rata geometri selama tiga tahun periode sampel. Rata-rata geometri dipilih karena rata-rata geometri memperhatikan pertumbuhan return dari waktu kewaktu.

Hipotesis 3
Membandingkan resiko kelompok perata dan bukan perata laba. Resiko perusahaan dihitung dari beta saham yang diukur dengan rata-rata aritmatika, karena pada dasarnya resiko diharapkan bertambah (bertumbuh) dari waktu ke
waktu.

Download Skripsi :
http://bit.ly/9VTeWl

No comments:

Post a Comment